Lexsy Siahaan merupakan seorang Ekonom/ peneliti muda dari Community of Economic Ecxcellent (CEE)

Kamis, 25 Februari 2010

DIKOTOMI KEBIJAKAN CENTURY TEPAT ATAU TIDAK?????

( Lexsy Siahaan )

Kebijakan ekonomi sering kali menimbulkan dilema bahkan dapat menimbulkan trade off (untung –rugi). Pencapaian suatu tujuan terkadang dapat merugikan atau mengganggu tujuan lainnya maupun kepintingan pihak lain. Berdasarkan kenyataan tersebut dapat dikatakan bahwa tidak ada satu kebijakan ekonomi yang sanggup merangkul atau memuaskan semua pihak, itulah sebenarnya esensi dari The Theory Of Second Best dalam Ilmu Ekonomi. Ekonom Senior Samuelson menjelaskan bahwa sangat sulit untuk menyamakan perspektif/pandangan dari setiap pelaku ekonomi terlebih ahli/pakar ekonomi. Pandangan ekonom dengan ekonom lainnya probabilitas untuk berbeda sangat besar. Hal inilah yang membedakan ilmu ekonomi dengan ilmu lainnya.

Fenomena The Theory Of Second dalam perekonomian Indonesia belakangan ini tercermin dengan kebijaksanaan yang diambil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Presiden Boediono sewaktu menjabat Gubernur Bank Indonesia dalam upaya mencegah terjadinya krisis di Indonesia akibat efek domino krisis global. Dengan mengambil langkah antisipatif untuk menjaga satabilitas keuangan agar tidak roboh pada saat itu, melalui pemberikan bail out kepada Bank Century yang pada saat itu berpotensi besar menimbulkan spekulasi negatif terhadap stabilitas keuangan khususnya perbankan. Oleh sebab itu, penyelamatan Bank Century pada saat krisis global lebih tepat disebut penyelamatan stabilitas keuangan Indonesia dari krisis.

Masalahnya sekarang, banyak kalangan politisi dan ekonom menilai kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan otoritas moneter pada saat itu tidak tepat. Sedangakan menurut pemerintah dan otoritas moneter, polcy yang diambil sudah tepat bahkan memberi hasil the first best. Oleh sebab itu, penulis perlu memberikan gambaran yang jelas terhadap masalah ini. Agar tidak terjadi klaim yang dapat mempengaruhi pisikologis masyarakat awam yang tidak memiliki latar belakang akademisi ekonomi.


Perkonomian Indonesia Pada Saat Krisis Global dan Bank Century

Sebagai Negara penganut small open economy, dimana perekonomian Indonesia tidak dapat mempengaruhi harga akan tetapi harga dalam negeri dipengaruhi oleh harga dunia. Selain itu , Indonesia juga merupakan negara mitra dagang Amerika Serikat yang menjadi Sumber awal krisis. tentu saja imbas krisis financial global sangat berpengaruh tehada perekonomian domestik. Dampak negatif yang dirasakan yaitu :

1. menurunnya kinerja neraca pembayaran

2. nilai tukar rupiah mengalami depresiasi

3. naiknya tingkat Inflasi

Sumber: Bank Indonesia

4. menurunnya harga saham

Menurut ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI) & Staf Pengajar FE UI “Tahun 2008 bisa dikatakan sebagai periode yang suram dunia” Seharusnya Indonesia tidak terkena dampak langsung dari krisis di AS, karena instrumen keuangan penyebab krisis di AS bukan merupakan komponen dominan di pasar keuangan Indonesia. Akan tetapi, pasar keuangan kita terkena dampak tidak langsung akibat imbas ekspektasi negatif pasar (dampak psikologis),Sehingga pada sat itu dapat diasumsikan bahwa kepanikan dapat saja terjadi apabila ada pemicu negatif yang terjadi pada perekonomian khususnya perbankan (Hastadi, 2008).

Berdasarkan indiator-indikator ekonomi yang mengalami shock tersebut, ancaman krisis terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2008 sudah dapat diprediksi dapat sewaktu-waktu terjadi. Hanya tinggal menunggu isu negative yang dapat menggangu pisikologis palaku ekonomi. Dan pada saat itu yang berpeluang besar untuk menjadi isu negatif adalah kolebsnya Bank Century.


Ada Apa Dengan Century Pada Saat Krisis Global???

Century merupakan bank kecil yang pada saat terjadi krisis keuangan global, bank tersebut kalah kliring dan menajemen beserta pemegang saham tidak bisa menyuntik modal segar. Perlu diketahui aAda 23 bank yang berpotensi kolebs apabila century ditutup. Dan dalam upaya mencegah terjadinya krisis menjalar ke Indonesia pemerintah mempunyai dua pilihan. pertama, menutup bank tersebut dan kedua, mengambil alih bank tersebut. Akan tetapi apabila bank Century ditutup seperti yang dilakukan di Amerika maka akan menimbulkan dampak sistemik. pandangan tersebut senada dengan yang dikatakan oleh ekonom Fauzi Ichsan, ekonom senior Standard Charter yang mengatakan “di Indonesia deposito yang dijamin hanya sampai 2 milyar berbeda dengan negara-negara seperti singapura, malysia, dan hongkong yang menjamin penuh deposito masyarakat. Sehingga apabila bank century ditutup maka deposan besar di Indonesia akan panik dan menarik dananya hal inilah yang dikatakan bahwa century dapat menimbulkan dampak sistemik. Dan menurut pemerintah dan otoritas moneter biaya untuk mengembalikan dana masyarakat yang dananya di bawah Rp2 miliar itu akan jauh lebih besar daripada menyelamatkan Bank Century. Sehingga pilihan kedua merupakan gebrakan yang lebih tepat untuk dilakukan yaitu mengambil alih Bank Century.


Kesimpulan dari kebijakan Penyelamatan Century

Menurut Saya, kebijakan dalam upaya penyelamatan Bank Century secara ekonomi sudah tepat dilakukan. Sehingga pada tahap pengambilan kebijakan saya mendukung penuh ibu Sri Mulyani dan bapak Boediono. Yang menjadi masalah adalah pada tahap proses penyaluran dana yang belum transparan. Dan saya juga mendukung proses hukum apabila ada pihak yang melakukan penyelewengan dana.

Perbedaan pandangan beberapa ahli ekonom terhadap kebijakan yang telah dilakukan dalam penyelamatan Bank Century merupakan hal yang wajar. Karena dalam ekonomi hal tersebut sudah terjadi sejak dahulu kala, sehingga perbedaan pandangan ekonom tersebut janganlah dipolitisasi. Karena dalam ilmu ekonomi ada istilah “The Theory Of Second”. (baca, Donal N. McCloskey, the applied Theory Of Price, 1982). Apabila kebijakan ekonomi dipolitisasi maka Negara tidak akan dapat maju. Hasil the first best dari kebijakan Sri Mulyani dan Boediono menurut saya hanya dapat dibuktikan bahwa saat ini Negara kita tida dilanda krisis, Indonesia berhasil melewati krisis global tersebut. Dan perekonomian Indoneszia juga mengalami pertumbuhan pasca diambilnya kebijakan tersebut, dan nilai tukar dapat kembali satbil dikisaran 9200 per dollar Amerika. Hal tersebut merupakanpembuktian bahwa krebijakan tersebut sudah tepat, apabila terdapat masalah pada proses penyaluran dana, menurut saya hal tersebut sisi yang berbeda.


Saran

1. Ekonomi merupaka senjata utama suatu Negara untuk sejahtera dan makmur oleh sebab itu sebaiknya setiap kalangan pejabat lembaga tinggi Negara dan pejabat pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif, dan Yudikatif memberikan perangkat dan sarana baik hukum maupun anggaran untuk mencapai tujuan-tujuan ekonomi.

2. Jangan mempolitisasi kebijakan ekonomi untuk mencapai tujuan /kepentingan kelompok tertentu. Tujuan ekonomi hendaknya diutamakan karena tujuan ekonomi hanya untuk mensejahterakan rakyat.

selamat datang :-)

selamat datang :-)

Mengenai Saya

Jember, Jawa Timur, Indonesia