
Grow Whith Character
Lexsy Siahaan
Character merupakan kata yang sudah familiar bagi kebanyakan orang, bahkan saat ini karakter merupkan salah satu bahan pertimbangan bagi organisasi, perusahaan swsata dan negeri untuk merekrut karyawannya. Selain itu, aspek karakter juga menjadi faktor utama bagi seorang yang akan memilih pasangan hidup. Terlihat dari fenomena tersebut, karakter merupakan wahana yang sangat penting, pertama dan modal utama dalam sisi kehidupan manusia dalam bermasyarakat.
Sosicial network atau jaringan sosial tidak semata-mata memakai kepintaran intlektualitas ataupun kekayaan semata. Membangun hubungan tersebut yang terpenting haruslah di dasari Fondasi yang kuat dan baik, Fondasi tersebut tidak lain adalah karakter yang baik. Tidak jarang soscial network terganggu dan hancur disebabkan oleh karakter bobrok, bahkan suatu bangsa dapat berkembang dan maju tergantung oleh karakter pemimpinnya. Visi dan misi apapun yang dibuat, baik oleh organisasi, perusahaan, maupun suatu bangsa semua itu akan terwujud apabila orang-orang yang ada didalamnya memiliki karakter yang baik.
Apa Defenisi Karakter?
Banyak para ahli mengidentikkan karakter dengan kepribadian. menurut Gordon W.Allport kepribadian ataupun karakter adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik indvidu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran indvidu secara khas. Terjadinya Interaksi psiko-fisik mengarahkan tingkah laku manusia. Maksud dinamis pada pengertian tersebut adalah perilaku mungkin saja berubah-ubah melalui proses pembelajaran atau melalui pengalaman-pengalaman, reward, punishment, pendidikan dsb. Selain itu Depkes (1992) menjelaskan karakter ataupun kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dari dalam. Corak perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.
Sejak Kapan Karakter dibentuk?
Menurut Ericson Karakter dibentuk semenjak seseorang masih anak-anak. Bahkan menurut Lichona dalam Megawangi (2003) hal tersebut karena seorang yang masih anak-anak melihat sesuatu langsung dimasukkan tanpa dipilih-pilih. Hal Itu bisa terjadi karena dalam benak balita belum ada “program” penyaring. materi yang pertama masuk otak anak akan berfungsi sebagai penyaring. Karena itu orang tua yang terlambat mengisi pendidikan yang baik pada anaknya, maka bisa lebih dulu diisi dengan hal yang buruk oleh pihak lain.
Karakter Seorang Pemimpin?
Melihat berbagai persoalan bangsa yang begitu kompleks dan masih tingginya pelanggaran-pelanggaran hukum yang notabene dilakukan pemimpin-pemimpin lembaga pemerintahan di bangsa ini, menimbulkan pertanyaan ada masalah apa dengan perkembangan karakter saat ini. Pakar manajemen, Peter Drucker, dalam bukunya, The Practice of Management (Harper & Row, 1954, hal. 158) percaya kepemimpinan tidak dapat dipelajari. Dengan kata lain sifat pemimpin lahir dari karakter seseorang yang dibangun semenjak kecil. Bertolak pada asumsi tersebut maka dapat diambil opini sementara bahwa pemimpin yang terlibat masalah hukum seperti korupsi, pengemplang pajak dan tidak profesional dalam bekerja di bangsa ini merupakan pemimpin yang karakter bobrok atau pemimpin yang karakternya dibangun dengan pondasi yang salah semenjak kecil.
Jenderal Eisenhower ("What is Leadership", majalah Reader`s Digest, Juni 1965, hal. 50). Mengatakan dalam diri seorang pemimpin ada keyakinan terhadap apa yang sedang dilakukannya, sasaran yang ingin diraihnya, alasan yang didukungnya, yang melampaui pribadinya. Akan tetapi hal tersebut tidak terlihat oleh para pejabat saat ini. Yang ada hanya Ketidak jelasan program-program yang dilakukan dan tidak ada sosialisasi terhadap program yang dilakukan terhadap masyarakat. Sangat jauh dari standar seorang pemimpin.
Melihat banyaknya pimpinan lembaga negara yang terjerat hukum menjadi tanda tanya besar saat ini, apakah pemimpin tersebut sudah dapat memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain. Hukum Pengaruh dari John C. Maxwell menyebutkan bahwa, "Kepemimpinan adalah pengaruh, tidak lebih dan tidak kurang". Apabila pemimpin saaat ini banyak belaku negatif maka pengaruhnya sudah dapat dipastikan akan membawa dampak buruk bagi orang lain. Hal ini harus diwaspadai dan diantisifasi oleh setiap elemen bangsa.
Membangun Karakter Kepemimpinan
Peran keluarga sangat menentukan karakter seseorang untuk menjadi pemimpin yang baik. Itu sebabnya orang tua harus berupaya menjadikan dirinya role model untuk membangun kepercayaan anak. Pendidikan karakter tidak cukup dengan kata-kata, orang tua perlu menjadi contoh riil, pendalaman terhadap contoh-contoh tersebut dengan penjelasan-penjelasan dan refleksi tindakan anak, serta membangun sebuah lingkungan yang kondusif.
Kepemimpinan sangatlah penting, oleh karena itu perlu melakukan evaluasi terhadap setiap kinerja pimpinan lembaga negara secara terbuka kepada masyarakat. Dan untuk menunjang kinerja yang baik dan mencapai sasaran dari setiap program, sebaiknya perlu diperhatikan karakter dari pejabat lembaga tinggi negara oleh pemegang kekuasaan tertinggi di bangsa ini, bahkan setiap pegawai operasional dari setiap lembaga pemerintahan haruslah diawasi dan dibangun.
Akhirnya, pembanguna suatu bangsa merupakan hal yang penting, mencapai program-program juga merupakan aspek yang urgent. Akan tetapi semua itu dapat terwujud dengan karakter yang baik. Membangun karakter merupakan hal yang lebih utama dalam melakukan pembangunan bangsa. SEKIAN…